Cara Menghitung Tarif Rumah Sakit

Tarif atau price adalah harga dalam nilai uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk memperoleh atau mengkonsumsi suatu komiditas, yaitu barang atau jasa. Menurut Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor S-60/MK.011/1987 Pengertian tarif adalah sebahagian atau seluruh biaya penyelenggara kegiatan pelayanan medik dan non medik yang dibebankan kepada masyarakat sebagai imbalan atas jasa yang diterimanya.

Sebagai contoh, kita akan menetapkan tarif layanan standar di Instalasi Gawat Darurat (IGD), maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung harga pokok (unit cost) pelayanan standar IGD tersebut yang terdiri dari biaya variabel pelayanan ditambah dengan biaya tetap pelayanan. Penjumlahan kedua biaya ini disebut biaya total (total cost). Secara matematis bisa kita tuliskan sebagai berikut :

Harga Pokok = Biaya Tetap per Unit + Biaya Variabel per unit

Harga Pokok tidak lain adalah apa yang disebut sebagai "unit cost" atau bisa juga kita sebut biaya total per unit layanan.

MIsalnya biaya tetap per layanan Rp 5000,  biaya variabel Rp 7.500, maka berarti harga pokok layanan (unit cost) IGD adalah Rp 12.500. Ini berarti bahwa rumah sakit harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 12.500 untuk menyediakan pelayanan standar bagi seorang pasien IGD. Jadi unit cost sebesar Rp 12.500 itu bukan tarif.

Andaikan pemilik atau pihak manajemen rumah sakit menginginkan keuntungan (profit margin) 25 % ( 24 % x Rp 12.500 = Rp 3.125), maka tarif rasional untuk pelayanan standar IGD secara ekonomi adalah Rp 15.625 ( Rp 12.500 + Rp 3.125 = Rp 15.625)

 

 

Add new comment

CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
5 + 11 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.