Usaha jasa konsultan menjual keahlian dan pengalaman. Karena produknya tidak berwujud, model bisnisnya perlu dirumuskan dengan sangat jelas agar mudah dipahami calon klien.
Customer Segments
Contohnya: UMKM yang ingin tumbuh, rumah sakit dan klinik yang membutuhkan pendampingan perizinan atau akreditasi, perusahaan yang melakukan restrukturisasi, lembaga pemerintah, serta yayasan.
Value Propositions
Keahlian spesifik di bidang tertentu, pengalaman proyek serupa, metodologi yang teruji, hasil kerja yang terukur, pendampingan hingga implementasi, serta jejaring dengan regulator dan mitra.
Channels
Rekomendasi klien sebelumnya, situs web dan konten edukatif, seminar dan pelatihan, jejaring profesional, serta tender atau seleksi mitra.
Customer Relationships
Hubungan personal yang erat, pertemuan rutin, laporan kemajuan berkala, serta layanan purnaproyek.
Revenue Streams
Biaya proyek (lump sum), biaya per jam atau per hari orang, retainer bulanan, biaya keberhasilan (success fee), dan pelatihan.
Key Resources
Tenaga ahli, reputasi, portofolio proyek, metodologi dan templat kerja, serta jaringan.
Key Activities
Pemasaran dan penyusunan proposal, diagnosis masalah, analisis, penyusunan laporan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas tim.
Key Partnerships
Tenaga ahli lepas, asosiasi profesi, lembaga pendidikan, dan konsultan mitra di bidang lain.
Cost Structure
Honor tenaga ahli, biaya perjalanan, pemasaran, perangkat lunak, dan administrasi.
Tantangan Khusus
Pendapatan konsultan cenderung tidak stabil karena berbasis proyek. BMC dapat membantu merancang arus pendapatan berulang, seperti retainer, paket pendampingan tahunan, atau produk pelatihan.
Penutup
BMC membantu firma konsultan memperjelas posisinya di pasar dan menunjukkan kepada klien nilai nyata yang ditawarkan.