Menyusun aspek keuangan merupakan bagian penting dalam studi kelayakan pendirian rumah sakit. Aspek ini akan membantu investor dan pemangku kepentingan lainnya untuk memahami prospek finansial dari proyek tersebut. Berikut beberapa poin penting dalam menyusun aspek keuangan:
1. Analisis Biaya
Biaya awal: Biaya ini meliputi pembelian tanah, pembangunan gedung, pembelian peralatan medis, dan biaya pra-operasional lainnya.
Biaya operasional: Biaya ini meliputi gaji karyawan, biaya bahan habis pakai, biaya pemeliharaan, dan biaya operasional lainnya.
2. Analisis Pendapatan
Sumber pendapatan: Rumah sakit mendapatkan pendapatan dari berbagai sumber, seperti rawat inap, rawat jalan, operasi, dan layanan diagnostik.
Proyeksi pendapatan: Lakukan proyeksi pendapatan berdasarkan data statistik kesehatan, demografi, dan tren pasar.
3. Analisis Keuntungan
Hitung laba kotor: Laba kotor diperoleh dengan mengurangkan biaya operasional dari pendapatan.
Hitung laba bersih: Laba bersih diperoleh dengan mengurangkan pajak dan bunga pinjaman dari laba kotor.
4. Analisis Kelayakan Investasi
Net Present Value (NPV): NPV menunjukkan nilai sekarang dari seluruh arus kas selama proyek berlangsung. NPV positif menunjukkan proyek menguntungkan.
Internal Rate of Return (IRR): IRR menunjukkan tingkat bunga yang membuat NPV menjadi nol. IRR yang lebih tinggi menunjukkan proyek lebih menarik.
Payback Period: Payback period menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk menutupi biaya awal investasi.
5. Analisis Risiko
Identifikasi risiko finansial yang terkait dengan proyek, seperti perubahan regulasi, persaingan, dan fluktuasi harga obat-obatan.
Lakukan analisis sensitivitas untuk melihat bagaimana perubahan pada variabel-variabel tertentu dapat memengaruhi kelayakan proyek.