Menentukan target jumlah pasien harian di klinik tidak bisa dilakukan secara asal. Target yang terlalu tinggi akan membuat pelayanan menjadi terburu-buru dan menurunkan kepuasan pasien. Sebaliknya, target yang terlalu rendah membuat klinik tidak optimal secara finansial.
Kunci utamanya adalah: target harus realistis, berbasis kapasitas, dan sesuai pola kunjungan pasien.
1. Tentukan Baseline dari Data Nyata
Mulailah dari data kunjungan 1–3 bulan terakhir.
Contoh:
Rata-rata pasien: 40 pasien/hari
Ini adalah angka dasar (baseline), bukan target.
2. Hitung Kapasitas Layanan Klinik
Kapasitas sangat menentukan batas atas target.
Standar praktis:
1 dokter umum: 20–30 pasien/hari
1 dokter gigi: 15–25 pasien/hari
Waktu konsultasi ideal: 10–15 menit/pasien
Contoh:
2 dokter umum aktif
Kapasitas maksimal = 40–60 pasien/hari
Jangan membuat target melebihi kapasitas ini.
3. Gunakan Target Bertahap (Realistis)
Gunakan pendekatan pertumbuhan ringan:
Rumus: Target = Baseline + 5–15%
Contoh:
Baseline: 40 pasien
Growth: 10%
Target = 44 pasien/hari
Ini lebih realistis dibanding langsung menargetkan 60 pasien.
4. Bedakan Jenis Layanan
Agar lebih akurat, pisahkan target:
Poli umum
Poli gigi
Tindakan (injeksi, lab sederhana, dll)
Contoh:
Poli umum: 30 pasien
Poli gigi: 10 pasien
Total: 40 pasien
5. Sesuaikan dengan Pola Hari (Penting!)
Klinik sangat dipengaruhi pola harian.
Pola umum klinik:
Senin: ramai (pasien menunda weekend)
Selasa–Kamis: stabil
Jumat: turun
Sabtu: ramai (pekerja)
Minggu: tergantung (jika buka)
Contoh pembagian target:
Hari Target
Senin 110%
Selasa 100%
Rabu 100%
Kamis 95%
Jumat 85%
Sabtu 110%
Minggu 70%
6. Pertimbangkan Jenis Pasien (BPJS vs Umum)
Ini penting untuk realistis secara bisnis:
Pasien BPJS → volume tinggi, margin kecil
Pasien umum → volume lebih kecil, margin lebih tinggi
Target ideal bukan hanya jumlah, tapi komposisi pasien.
7. Gunakan 3 Level Target
Agar fleksibel dan tidak kaku:
Minimum → titik impas
Target realistis → angka utama
Stretch target → jika kondisi optimal
Contoh:
Minimum: 35 pasien
Target: 45 pasien
Stretch: 55 pasien
8. Breakdown ke Level Dokter
Agar bisa dijalankan:
Contoh:
Dokter A: 25 pasien
Dokter B: 20 pasien
Ini memudahkan kontrol operasional.
9. Monitoring Harian (Simple Dashboard)
Gunakan kontrol sederhana:
Target vs realisasi harian
Jam ramai vs sepi
Jumlah pasien per dokter
Cukup pakai Excel atau dashboard sederhana.
10. Evaluasi Mingguan (Bukan Bulanan Saja)
Klinik butuh respons cepat.
Evaluasi:
Apakah target terlalu tinggi?
Apakah ada jam kosong?
Apakah perlu promo di hari sepi?
Contoh Sederhana Target Klinik
Misalnya klinik dengan:
2 dokter umum
Baseline 40 pasien
Maka:
Minimum: 35
Target: 45
Stretch: 55
Dengan distribusi:
Senin: 50 pasien
Selasa–Kamis: 45 pasien
Jumat: 35 pasien
Sabtu: 50 pasien
Kesalahan Umum di Klinik
Menargetkan tanpa lihat kapasitas dokter
Target sama setiap hari
Tidak memisahkan jenis layanan
Tidak monitoring harian
Fokus jumlah tanpa kualitas layanan
Kesimpulan
Target harian klinik yang baik adalah yang:
Sesuai kapasitas dokter
Berdasarkan data riil
Mengikuti pola kunjungan pasien
Fleksibel dan bisa disesuaikan
Mudah dimonitor oleh tim
Dengan pendekatan ini, klinik dapat mencapai keseimbangan antara volume pasien, kualitas layanan, dan keberlanjutan bisnis.