Sebaik apa pun sistem dan dokumen yang dimiliki, mutu pelatihan pada akhirnya ditentukan oleh orang-orang yang menjalankannya. Karena itu, standar kualifikasi SDM menjadi salah satu komponen penting dalam instrumen akreditasi institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan.
Peran-peran kunci dalam lembaga
Dalam praktik penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan, terdapat sejumlah peran yang perlu diisi oleh personel yang kompeten, antara lain:
- Pimpinan lembaga, yang menetapkan arah, kebijakan, dan komitmen mutu.
- Manajer atau pengelola pelatihan, yang merencanakan dan mengorganisasikan program.
- Pengendali Mutu Pelatihan (PMP), yang memastikan pelatihan berjalan sesuai kurikulum dan standar.
- Pengelola sistem informasi, yang menangani registrasi dan administrasi pada platform digital.
- Fasilitator atau pelatih, yang menyampaikan materi sesuai kompetensi bidangnya.
Kompetensi fasilitator menentukan kualitas pembelajaran
Fasilitator pelatihan kesehatan tidak cukup hanya ahli di bidang kliniknya. Mereka juga perlu memahami metode pembelajaran orang dewasa, teknik fasilitasi, dan cara mengevaluasi peserta. Karena itu, kebijakan Kementerian Kesehatan juga mengatur pelatihan khusus bagi calon pelatih bidang kesehatan.
Membangun SDM secara terencana
Lembaga perlu memiliki data SDM yang lengkap, termasuk ijazah, sertifikat pelatihan, dan pengalaman. Bila ada kekurangan, susun rencana pengembangan SDM dengan target waktu yang jelas. Uraian tugas setiap peran juga perlu ditetapkan secara tertulis agar tidak terjadi tumpang tindih.
Investasi pada SDM adalah investasi paling berharga bagi lembaga pelatihan. SDM yang kompeten bukan hanya membantu meraih akreditasi, tetapi juga menjaga reputasi lembaga dalam jangka panjang.
Butuh Pendampingan Akreditasi?
Kami siap membantu lembaga Anda mulai dari penilaian mandiri, penyusunan dokumen, penataan SDM dan kurikulum, hingga pengajuan akreditasi institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan.
Hubungi kami di HP/WhatsApp: 0857-1600-0879