Studi kelayakan bisnis menilai apakah sebuah rencana usaha layak dijalankan dari berbagai aspek: pasar, teknis, manajemen, hukum, dan keuangan. BMC dapat menjadi kerangka awal yang membuat studi kelayakan lebih terarah.
BMC sebagai Ringkasan Konsep Bisnis
Sebelum menghitung angka, tim perlu sepakat tentang konsep bisnis yang akan dinilai. BMC merangkum konsep tersebut dalam satu halaman sehingga semua pihak memiliki pemahaman yang sama.
Pemetaan Blok BMC ke Aspek Studi Kelayakan
- Customer Segments & Value Propositions → aspek pasar: ukuran pasar, permintaan, dan positioning.
- Channels & Customer Relationships → aspek pemasaran: strategi pemasaran dan penjualan.
- Key Activities & Key Resources → aspek teknis dan operasional: lokasi, fasilitas, peralatan, dan proses.
- Key Partnerships → aspek kemitraan dan hukum: perjanjian kerja sama dan perizinan.
- Revenue Streams & Cost Structure → aspek keuangan: proyeksi pendapatan, biaya, investasi, dan indikator kelayakan.
Menguji Beberapa Skenario
BMC memudahkan perbandingan beberapa alternatif model bisnis. Misalnya, rencana fasilitas kesehatan dapat dinilai dalam skenario layanan umum saja, layanan umum dengan layanan unggulan, atau kemitraan operasional dengan pihak lain. Setiap skenario dapat dibuat kanvasnya, lalu dihitung kelayakan keuangannya.
Menyajikan Hasil kepada Pengambil Keputusan
Kanvas pada bagian awal laporan studi kelayakan membantu pembaca memahami gambaran besar sebelum masuk ke detail angka. Ini sangat berguna bagi direksi, pemilik, atau pemerintah daerah yang harus mengambil keputusan investasi.
Penutup
BMC tidak menggantikan studi kelayakan, tetapi membuatnya lebih fokus, konsisten, dan mudah dipahami.