Contoh Prosedur Pengelolaan Obat dan Alkes Pada Trolley Emergency

1. Apabila terjadi kondisi darurat, perawat dan/atau dokter yang bertugas diperkenankan untuk membuka dan menggunakan obat dan
alkes yang terdapat pada trolley emergency untuk memberikan pertolongan kegawatdaruratan.
2. Pada keadaan darurat dimana troli emergensi digunakan, maka:
 Kemasan obat dan alkes yang digunakan dikumpulkan dalam wadah yang telah tersedia.
 Perawat dan/atau dokter jaga wajib mengisi dan melengkapi formulir pembukaan trolley emergency untuk diserahkan ke
petugas farmasi sebagai permohonan agar trolley emergency yang telah dibuka, diperiksa dan dilengkapi kembali sesuai
jumlah yang telah ditetapkan.
3. Petugas farmasi memeriksa dan mengisi kembali obat atau alkes yang dipakai pasien selambatnya dalam waktu 1 x 24 jam
setelah formulir penerimaan pelaporan diterima.
4. Trolley Emergency dikunci kembali dengan disertai nomor kunci yang dipasang.
5. Pembukaan dan penguncian wajib didokumentasikan pada log trolley emergency yang terkait.

Monitoring Trolley Emergency.
Perawat PJ trolley bertanggung jawab atas pengecekan ketersediaan alat kesehatan pada trolley emergency sebagai berikut:

1. Pengecekan rutin obat dan alat kesehatan pada troli emergensi dilakukan oleh petugas Farmasi :
 Pengecekan harian dilakukan oleh staff pelaksana farmasi pada setiap hari operasional untuk memeriksa posisi kunci
trolley emergency (masih intact atau terbuka) dengan didampingi perawat di ruang perawatan.
 Pengecekan mingguan dilakukan oleh Apoteker yang bertanggung jawab untuk trolley emergency. Apoteker yang bersangkutan
membuat laporan penggunaan trolley setiap bulan.
 Apabila tidak terdapat penggunaan trolley selama kurun waktu 1 bulan (30 hari), apoteker yang bertugas wajib membuka dan
memeriksa isi trolley dengan didampingi oleh perawat PJ trolley emergency.
 Troli emergensi dibuka dan diperiksa untuk obat serta alkes yang terdapat didalamnya. Apabila terdapat obat atau alkes
yang mendekati expiry date, maka petugas farmasi segera melakukan penggantian dengan obat atau alkes dengan expiry date
yang lebih panjang.
 Jika pada saat pengecekan ternyata trolley emergensi dalam posisi tidak terkunci, perawat maka PJ trolley harus
menelusuri proses pembukaan trolley dan mengisi formulir pembukaan trolley emergency.
 Jika pada saat pengecekan ternyata troli emergensi terkunci utuh dan nomor kunci sama dengan pengecekan sebelumnya, maka
cukup menuliskan nama, paraf dan nomor kunci pada formulir check list trolley emergency.
 Apoteker yang bertanggung jawab atas trolley emergency memiliki daftar isi setiap trolley emergency berikut dengan
jumlah, jenis, expiry date untuk setiap obat dan alkes yang terdapat dalam setiap trolley emergency.

Add new comment

CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
4 + 2 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.