Banyak orang jatuh cinta pada ide bisnisnya sendiri.

Kayaknya bisnis ini akan laku.”

“Daerahnya sedang berkembang.”

“Belum banyak kompetitor.”

“Kalau dibuat seperti ini, pasti menarik.”

Masalahnya, merasa yakin terhadap sebuah ide tidak sama dengan membuktikan bahwa ide tersebut merupakan peluang bisnis yang kuat.

Dalam melakukan kajian bisnis atau Feasibility Study, saya biasanya melihat setidaknya empat pertanyaan sederhana:

ATTRACTIVE – TIMING – DURABLE – ANCHORED.

1. ATTRACTIVE

Apakah bisnis ini memang menarik?

Jangan hanya melihat apakah produknya menarik.

Lihat apakah ada masalah nyata yang ingin diselesaikan oleh pelanggan.

Siapa konsumennya?

Berapa besar pasarnya?

Apakah mereka mau membayar?

Siapa kompetitornya?

Berapa potensi pendapatannya?

Dan yang paling penting:

Apakah secara ekonomi bisnis ini masuk akal?

Misalnya ingin membangun rumah sakit.

Jangan berhenti pada pertanyaan:

“Apakah masyarakat membutuhkan rumah sakit?”

Tetapi lanjutkan:

Berapa jumlah penduduknya?

Bagaimana pertumbuhan wilayahnya?

Berapa kebutuhan layanan kesehatan?

Siapa kompetitornya?

Bagaimana kemampuan bayar masyarakat?

Berapa potensi pasien?

Dan apakah revenue yang dihasilkan mampu menutup biaya operasional serta memberikan return terhadap investasi?

Itulah Attractive.

—

2. TIMING

Apakah sekarang waktu yang tepat?

Ada bisnis yang bagus tetapi waktunya belum tepat.

Ada juga bisnis yang menjadi sangat menarik karena hadir pada momentum yang tepat.

Coba lihat perubahan:

* Demografi
* Teknologi
* Perilaku konsumen
* Daya beli
* Regulasi
* Infrastruktur
* Tren industri

Pertanyaannya bukan hanya:

“Apakah bisnis ini bagus?”

Tetapi:

“Mengapa bisnis ini harus dilakukan sekarang?”

Timing yang tepat dapat membuat sebuah bisnis tumbuh jauh lebih cepat.

—

3. DURABLE

Apakah peluangnya bisa bertahan lama?

Jangan hanya bertanya:

“Bisnis ini bisa menghasilkan uang tahun pertama?”

Tanyakan juga:

“Bagaimana lima atau sepuluh tahun ke depan?”

Ada bisnis yang naik karena tren.

Ketika trennya selesai, bisnisnya ikut turun.

Tetapi ada bisnis yang dibangun berdasarkan kebutuhan yang terus ada.

Kesehatan, pendidikan, makanan, transportasi dan kebutuhan dasar lainnya, misalnya, memiliki kebutuhan yang relatif berulang.

Namun tetap harus dilihat bagaimana bisnis tersebut beradaptasi terhadap perubahan teknologi, regulasi, kompetisi dan perilaku konsumen.

Bisnis yang durable bukan bisnis yang tidak berubah.

Justru bisnis yang durable adalah bisnis yang mampu berubah tetapi tetap relevan.

—

4. ANCHORED

Apa yang menjadi jangkar bisnis ini?

Ini bagian yang sering dilupakan.

Sebuah bisnis jangan hanya berdiri di atas asumsi.

Harus ada sesuatu yang menjadi fondasi.

Misalnya:

Lokasi strategis.

Basis pelanggan.

Jaringan bisnis.

Kompetensi.

Brand.

Teknologi.

Kontrak.

Izin.

Aset.

Supplier.

Atau keunggulan tertentu yang sulit ditiru.

Misalnya kita mengatakan:

“Lokasinya bagus, pasti ramai.”

Itu masih asumsi.

Tetapi kalau kita memiliki data traffic, data demografi, data kompetitor, data calon pelanggan, serta bukti adanya kebutuhan pasar, maka kita mulai memiliki anchor.

Dengan kata lain:

Anchored bertanya: “Apa bukti yang membuat kita percaya?”

—

Jadi, bagaimana cara sederhana menilai sebuah ide bisnis?

Coba gunakan empat pertanyaan ini:

ATTRACTIVE
Apakah pasarnya menarik dan secara ekonomi masuk akal?

TIMING
Apakah sekarang waktu yang tepat?

DURABLE
Apakah peluangnya dapat bertahan dan berkembang?

ANCHORED
Apakah ada fondasi dan bukti nyata yang mendukung?

Jika jawabannya kuat pada keempat aspek tersebut, maka ide tersebut layak untuk naik kelas dari sekadar ide menjadi peluang bisnis yang perlu diuji lebih lanjut.

Barulah kita masuk ke:

Market Study → Business Model → Financial Projection → Feasibility Study → Investment Decision.

Karena pada akhirnya,

bisnis bukan tentang siapa yang memiliki ide paling menarik.

Tetapi tentang siapa yang mampu menemukan kebutuhan yang nyata, pada waktu yang tepat, dengan model bisnis yang berkelanjutan, dan memiliki fondasi yang kuat.

Ide adalah awal.

Peluang adalah ide yang sudah menemukan pasar.

Dan bisnis adalah peluang yang berhasil dieksekusi.

#BusinessOpportunity #BusinessStrategy #FeasibilityStudy #BusinessPlan #Entrepreneurship #Investment #HealthcareBusiness #HospitalBusiness

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *